Anak Tidak Mau Berbaur Dengan Sanak Saudara di Kampung

Jakarta, Sesampai di kampung halaman, si kecil menolak main bersama saudara-saudara jauhnya. Padahal dari jauh-jauh hari Anda sudah mengenalkan anak mengenai siapa saja yang ia temui di sana.

Memang, wajar saja jika anak menjaga jarak pada saudaranya yang jarang sekali ia temui. Yang perlu dilakukan orang tua adalah memberikan waktu pada anak untuk mau bergaul, menurut psikolog anak dan remaja Irma Gustiana Andriani, SPsi, MPsi, saat diwawancari .

Namun, hindari memaksa anak untuk cepat berbaur, apalagi jika anak termasuk anak yang pemalu. “Coba cari alternatif permainan atau kegiatan yang bisa dimainkan secara bersama-sama, secara perlahan anak biasanya akan tergerak untuk berbaur,” kata pendiri Irma and Co tersebut.

Kesulitan berbaur ternyata tidak hanya terjadi pada anak-anak yang pemalu. Anak yang biasanya supel pun bisa mendadak jual mahal ketika ia merasa kurang nyaman karena intensitas bertemu yang jarang sekali atau karena perbedaan adat, kebiasaan, maupun minat di antara dirinya dan saudara-saudaranya yang lain.

Selain itu, terlalu banyak pesan ‘sponsor’ dari orang tuanya (misalnya larangan atau batasan yang ketat, tidak boleh ini dan itu) sehingga anak menjadi lebih berhati-hati untuk bereksplorasi dengan saudara dan temannya. Anak pun menjadi sumber perhatian, sehingga ia merasa kikuk untuk berbaur.

Oleh karenanya, penting untuk membuat anak ‘merasa’ akrab dengan keluarga jauh di sana dari jauh-jauh hari. Selain itu, Anda juga bisa mempraktikkan hal apa saja yang ia harus lakukan ketika sampai.

(up/up)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *