Begini Cara Kerja Obat PCC Sampai Buat Remaja di Kendari Lari

Jakarta, Dibawah pengaruh obat PCC, remaja di Kendari mengalami sejumlah hal yang menyeramkan. Mulai dari berlaku agresif hingga seperti yang dilakukan oleh Riski (20) yang tewas tenggelam setelah lari ke laut.

Untuk mengetahui apa yang membuat tindakan tersebut terjadi, menghubungi dr Hari Nugroho dari Institute Of Mental Health Addiction And Neurosience (IMAN) melalui pesan singkat, Jumat (15/9/2017).

Dijelaskan oleh dokter yang sudah lama bergelut dibidang rehabilitasi ini, obat PCC pada umumnya memiliki fungsi sebagai relaksan otot-otot yang kejang sehingga biasa digunakan sebagai pereda nyeri pinggang. Namun tampaknya obat juga bekerja menargetkan saraf di otak.

“Mekanisme pasti karisoprodol (salah satu kandungan dari obat PCC) sebagai muscle relaxant sebenernya belum pasti, namun target reseptor neurotransmitter di dalam otak adalah GABA (Gamma Amino Butiric Acid),” jelas dr Hari.

Nah, salah satu efek samping dari pemakaian karisoprodol adalah terjadi serotonin syndrome, di mana di dalam otak terjadi kelebihan serotonin atau hormon yang bisa memberikan rasa senang dan nyaman.

Gejala-gejala kelebihan serotonin biasanya ditandai dengan munculnya gejala delirium atau kebingungan mental, perilaku agitasi (memberontak, membuat kerusuhan), hypomania, insomnia dan lain-lainnya.

“Akibatnya, orang disekitarnya melihat adanya perilaku yang aneh, tendensi menyakiti diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *