Demam dan Ruam Merah Saat Hamil? Waspada Rubella

Jakarta, Blogger Grace Melia (28) alias Gesi pantang menyerah dan tak mudah putus asa dalam membesarkan buah hatinya, Aubrey Naiym Kayacinta atau Ubii (5) yang terdiagnosis Congenital Rubella Syndrome (CRS) sejak lahir. Ia pun kerap berbagi kisahnya di blog dan media sosial.

Salah satu postingan yang belakangan viral adalah ketika Gesi menyebarkan pesan bagi para orang tua untuk tidak lupa memberikan vaksin Rubella. Bagaimana tidak, Gesi terkena penyakit ini saat hamil Ubii dan mengakibatkan buah hatinya tersebut terkena dampaknya sampai saat ini.

Dalam blognya, www.gracemelia.com, Gesi menceritakan dirinya pernah terkena Rubella saat sedang mengandung Ubii. “Di usia Ubii yang mendekati 6 bulan, baru saya tahu bahwa Ubii terdiagnosis dengan Congenital Rubella Syndrome karena saya kena Rubella saat hamil,” tulis Gesi.Kadar IgG dan IgM dalam tubuh Ubii menandakan memang ada virus Rubella. Ubii juga sempat menjalani USG kepala, USG jantung, serta tes BERA untuk memeriksa pendengarannya.

Ya, virus Rubella yang masuk ke dalam tubuh Ubii sejak dalam kandungan membuat Ubii terlahir tuli, punya kebocoran jantung, pengapuran otak, retardasi psikomotorik atau cerebral palsy.

Maka dari itu, sejak lahir sampai kini berusia 5 tahun, Ubii sudah beberapa kali menjalani rutinitas terapi. Ia juga kerap mondar-mandir rumah sakit untuk menjalani berbagai tes kesehatan. Tes tersebut untuk memastikan apa yang terjadi pada Ubii, menegakkan diagnosis, dan acuan bagi dokter untuk menentukan tindakan untuk Ubii.

“Saya pernah ada di posisi kebingungan dan merasa sendirian. Saya pernah merasa sedemikian kecut karena satu hal bernama Rubella ini. Jadi ketika saya sudah bisa bangkit dari menyalahkan Tuhan, saya janji sama diri saya sendiri bahwa kondisi saya dan Ubii harus bisa jadi pelajaran buat orang lain. Saya mau membagikan apa yang terjadi sama Ubii supaya orang kenal sama Rubella,” tutur Gesi.

Selain membuat supporting group bernama Rumah Ramah Rubella, Gesi juga aktif berbagi kisahnya di instagram @grace.melia dan blog. Ia aktif mengampanyekan pentingnya pemberian vaksin Rubella untuk mencegah Congenital Rubella Syndrome.

“Dengan anak kita diimunisasi Rubella, mereka (anak-anak kita ini) akan turut melindungi kesehatan ibu hamil di sekitar mereka agar si ibu hamil tidak ikut tertular dan lantas melahirkan bayi dengan Congenital Rubella Syndrome! Ibu hamil di sekitar anak ya bisa siapa saja. Bisa ibunya sendiri, tantenya, guru sekolahnya, tetangganya, dan lain-lain,” pesan Gesi.

Tahun ini, pemerintah menargetkan akan mulai melaksanakan kampanye vaksin-vaksin baru, di antaranya vaksin MR alias Measles Rubella. Program ini dilakukan lebih dulu di pulau Jawa pada bulan Agustus sampai September 2017. Fase 2, program vaksin MR dilakukan di bulan Agustus sampai September 2018.

Vaksin ini disebut-sebut akan menjadi alternatif pengganti vaksin MMR atau Mumps Measles Rubella, yang stoknya sudah lama kosong. dr Piprim B. Yanuarso, SpA(K) menyebut imunisasi MR diberikan untuk melindungi anak dari penyakit kelainan bawaan seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung dan retardasi mental yang disebabkan adanya infeksi rubella pada saat kehamilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *