Jangan Salah, Neuropati Efeknya Tak Hanya Menyerang Kaki

Jakarta, Neuropati merupakan kerusakan yang terjadi pada sistem saraf tepi manusia. Karena gejala utamanya berupa kesemutan, ada anggapan bahwa neuropati hanya dapat menyerang kaki saja.

Padahal menurut dr Manfaluthy Hakim, SpS(K), Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi, Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) Pusat mengatakan meski kesemutan adalah gejala utama neuropati, ada gejala-gejala lain yang sebenarnya muncul namun jarang disadari. Contohnya adalah rasa kebas, kram dan kelehanan otot.

“Apabila saraf tepi mengalami kerusakan maka akan muncul gejala-gejala seperti kesemutan, kebas, kram, dan kelemahan otot. Kondisi seperti inilah yang disebut dengan neuropati,” tutur dr Luthy kepada , beberapa waktu lalu.

Dijelaskan dr Luthy, sistem saraf manusia terdiri dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf tepi berfungsi sebagai penghubung antara saraf pusat yang ada di otak dan tulang belakang, dengan seluruh organ tubuh.

Organ tubuh termasuk organ dalam, mata, pendengaran, hidung, kelenjar keringat hingga kulit dan otot-otot dihubungkan ke otak melalui sistem saraf tepi. Karena itu jika saraf tepi mengalami kerusakan, efeknya dirasakan oleh sebagian besar organ tubuh.

Dilansir Medical News Today, kerusakan saraf tepi bisa terjadi di tiga sektor, yakni sistem saraf sensorik, sistem saraf motorik dan siste saraf otonom. Kerusakan di tiga sektor ini memiliki efek yang berbeda-beda.

Kerusakan pada sistem saraf motorik ditandai dengan melemahnya otot. Hal ini bisa membuat seseorang sulit berjalan dan menyeimbangkan diri, dan meningkatkan risiko mengalami kelumpuhan dan disabilitas.

Sementara itu, kerusakan pada sistem saraf sensori memiliki gejala utama kesemutan dan rasa kebas. Pada tahap lanjut, kerusakan saraf sensori bisa membuat seseorang tidak bnisa merasakan sakit, tidak bisa merasakan dingin atau panas hingga rasa nyeri seperti ditusuk-tusuk di malam hari.

“Ini yang terjadi pada 50-70 persen pasien diabetes. Karena kakinya tidak terasa ketika luka, jadinya rentan borok dan bernanah akibat infeksi yang kita sebut gangren,” ungkap dr Luthy lagi.

Masalah berbeda dialami oleh orang dengan kerusakan sistem saraf otonom. Sistem saraf otonom merupakan sistem saraf yang mengatur ritme kerja organ dalam. Kerusakan pada sistem saraf otonom dapat membuat jantung berdetak kencang, pusing hingga pingsan, tekanan darah rendah hingga beser terus menerus.

“Mengingat pentingnya fungsi saraf tepi bagi tubuh, kesehatan saraf tepi perlu dijaga sejak dini dengan kampanye Bergerak Bersama #LawanNeuropati dan olahraga teratur seperti neuromove,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *